PKL KE MALANG BALI JOGJA
Hi, Assalamualaikum! Ini adalah postingan pertama gue di tahun 2018. Loh, ini kan udah bulan Maret? Kok baru mulai nulis lagi sih, Cil? Hmm, parah emang. Ntah kenapa kebiasaan menulis gue makin kesini makin menghilang. Ibaratnya dulu lo selalu ngelakuin kegiatan favorit lo sama dia, tapi karena dianya sibuk mulu maka kebiasaan favorit lo itu makin lama makin jarang dilakuin. Sama halnya kayak gue. Sejak SMP, menulis adalah salah satu hal favorit yang selalu gue tekunin. Makin kesini gue disibukkan dengan berbagai macam kegiatan di kampus, maka kebiasaan ini pun perlahan menghilang. Oke, gue harus bangun kembali kebiasaan menulis gue. Sebab, di semester akhir yang akan gue hadapi nanti juga mengharuskan gue untuk kembali menulis. Menulis skrispi lebih tepatnya.
Sebelum memasuki dunia per-skripswit-an, gue mau menyeritakan pengalaman gue saat mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan Studi Pengembangan Wawasan yang diadain sama prodi gue ketiga kota, yakni Malang, Bali, dan Yogyakarta. PKL di prodi gue ini semacam KKN, tetapi dibungkus ala studytour gitu. PKL ini merupakan salah satu mata kuliah wajib yang gue harus ikuti sebelum menggarap skripsi nanti. Untuk lebih jelasnya bakal gue ceritain di bawah ini. Simak yaaw:3
PKL ini bakalan berlangsung selama 9 hari dari 4-12 Februari 2018. Gue berangkat dari kampus menggunakan Jet Bus. Semacam bis yang memiliki bunyi “Om, telolet, Om...”. Bis yang disediakan kampus sebanyak 12. Banyak memang. Karena satu angkatan PGSD kali ini ada 12 kelas. Btw, gilaaa itu ke Bali naik bis? Nggak capek emang, Cil? Wkwk kalo itu mah nggak usah ditanya. Terakhir gue pergi jauh pake bis itu pas balik dari Yogyakarta, rumahnya nenek dari nyokap. Itu pun terpaksa naik bis karena kehabisan tiket kereta.
Kota yang pertama didatangi yakni kota Malang. Lebih tepatnya kota Batu. Di sini kami akan mengunjungi sekolah-sekolah dasar yang berada di daerah Batu. Kebetulan kelas gue dapet kesempatan buat mengunjungi SDN Punten 01 Batu. Eh, kok namanya SD Punten? SD Permisi dong, Cil? Wkwk bukaaan. Gue sendiri juga nggak tahu kenapa namanyanya “Punten”. SD ini merupakan SD paling keren dari semua SD yang pernah gue datangi. Program yang dibuat kepsek sama guru-gurunya ciamik abis. Lingkungan sekolah dibuat senyaman mungkin, bangunan gedung juga seperti rumah bukan seperti sekolah pada umumnya. Ruang kelas pun nggak kayak ruang kelas pada umumnya. Guru kelas dan siswa diberi kebebasan untuk mendekor kelas sekreatif mungkin. Tujuannya sih simpel. Biar guru dan siswa nggak monoton pas belajar. Setiap minggunya selalu ada pembelajaran di luar kelas. Misal tema kali ini bercocok tanam, nah siswa bakal diajak ke luar kelas untuk mempraktekannya. Dan biasanya di akhir bulan, siswa bakal diajak dateng ke perkebunannya langsung. Prinsip sekolah ini yakni "Biar sekolah neng ndeso, tapi prestasi kuto". Artinya biarpun sekolah ini ada di desa tapi prestasi sudah tingkat kota.
![]() |
Lingkungan sekolah |
![]() |
Ruang kelas |
![]() |
Suasana bercocok tanam |
![]() |
Prestasi SDN Punten 01 |
![]() |
Buckingham Palace (take by me) |
Hari
terakhir di Malang, ditutup dengan kunjungan ke Universitas Negeri Malang (UM).
Di sini gue mengikuti seminar-seminar gitu. Habis itu kita langsung cus ke
Pelabuhan Ketapang. Kalo gue liat di maps
jarak Malang ke Banyuwangi ditempuh sekitar 5 jam. Nyatanya memakan waktu 10
jam. Jauh gilaaaak. Udah gitu jalannya ajluk-ajlukan pula. Berasa banget kayak
naik roller coaster. Anyway, wajar sih, soalnya kita sempet ISHOMA sekalian bersih-bersih dulu.
![]() |
Seminar di UM (take by me) |
Dari
Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk sendiri hanya memakan waktu 90 menit.
Beda abis ye kan sama perjalanan sebelumnya wkwk. Kita sampe jam 1 malem. Habis
itu bus langsung meluncur ke tempat istirahat. Kirain mah deket, ternyata
memakan waktu 3 jam. Untung aja nggak
berasa soalnya gue pake buat tidur hehehe. Sampe di tempat istirahat, kita
bebersih sekaligus sarapan dan jam 7 langsung jalan lagi menuju Universitas
Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA). And you
know, guys? Itu kampus adanya di atas gunung gitu. Jalan buat kesananya sih
emang udah pada di aspal, tapi kiri kanannya itu loh jurang semuaaa. Serem abis!
Di
UNDIKSHA kita mengikuti seminar lagi. Niatnya, sih, gue mau mampir ke lembaga
himpunan mahasiswa jurusannya dulu. Tapi, karena waktunya mepet jadi nggak
sempet mampir deh huhuhu. Makan siang pun dilakukan di bis dengan suasana jalan
yang ekstrim. Ya, kami harus melewati jalanan itu lagi. Jalanan yang kanan
kirinya jurang. Pas lagi di tanjakan, bis yang di depan bis kelas gue sempet
ngerem mendadak. Berimbaslah ke bis-bis yang ada di belakangnya. Temen gue ada
yang panik dan mau nangis. Gue sendiri langsung merapalkan doa-doa agar
senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah SWT.
![]() |
Seminar di UNDIKSHA (take by me) |
And yeaaaay! Akhirnya sampe juga di Pantai
Jimbaran. Pantai ini terkenal dengan pemandangan sunsetnya yang indah. Tapi,
sayang sungguh sayang. Ekspetasi gue berbanding jauh dengan realita yang ada.
Pantainya penuh sampah pemirsaaah :( dibilang kecewa sih udah pasti. Tapi,
nggak apa-apalah. Toh, dari pantai ini gue masih diberi kesempatan untuk
melihat sang mentari yang terbenam di ujung laut sana. Oh, iya, harga tiket untuk
masuk kesini itu sekitar 100rb kalo nggak salah. Tapi, kayaknya sih belum
termasuk makan. Dan menurut gue seafood
disini biasa aja. Bumbunya kurang nampol. Malah ebih enak seafood yang ada di pinggiran kota Jakarta wkwk. Balik dari sini
langsung cus ke hotel.
![]() |
Sunset di Jimbaran (take by me) |
Besoknya
kita menuju Bali Culture Centre. BCC
ini biasa disebut Bali Mini. Di dalamnya terdapat banyak budaya-budaya Bali
yang bisa kita pelajari. Seperti menumbuk padi dengan Luwu dan Lesung,
pengolahan minyak kelapa yang dilakukan dengan alat-alat tradisional. Juga
dipertontonkan pula bagaimana pembuatan ogoh-ogoh untuk upacara Nyepi, juga
dipertontonkan Wayang Lemah. Dari sini kita lanjut ke Pura Uluwatu. Di sini
kita akan menyaksikan pertunjukan Tari Kecak. Harga tiketnya sekitar
100rb/orang. Tempat ini termasuk tempat yang sakral. Untuk para pengunjung yang
memakai celana/busana yang pendek biasanya akan dipinjamkan kain. Kain ini
diikatkan di pinggang. Gunanya untuk menutup aurat lah lebih tepatnya.
Sepanjang perjalanan dari parkiran menuju pura, kita bakal disambut sama para
monkey. Monyet-monyet di sini terkenal dengan sifat usilnya yang suka mencomot
barang-barang yang dibawa oleh para pengunjung. Makanya hati-hati, Guys!
Sesampainya
disana, ternyata tempat duduk sudah dipenuhi oleh ratusan wisatawan baik lokal
maupun macanegara. Gue sendiri kebagian duduk di paling bawah dan paling depan.
Jadi bisa liat dari deket gimana sakralnya Tari Kecak ini. Sayang sungguh
sayang, di tengah pertunjukan mendadak hujan deres. Awalnya sih nggak mau
neduh. Tapi, karena anginnya kencang dan hujannya deres parah, mau nggak mau
harus neduh. Setelah agak redaan dengan kondisi baju yang lepek, gue kembali
menyaksikan pertunjungan tersebut hingga selesai. Totalitas para penarinya
nggak perlu diragukan lagi, meskipun basah kuyup, mereka tetap melanjutkan
pertunjukan hingga usai.
Menjelang
magrib kita langsung menuju ke hotel. Seketika di bis dipenuhi oleh jemuran
baju-baju basah wkwk. Saking lepeknya, gue sendiri sampe make selimut yang ada
di bangku bis untuk gue jadiin kerudungan wkwk. Keesokan harinya kita cus ke
Tanah Lot. Disini juga terdapat Pura yang digunakan untuk sembahyang umat
Hindu. Cuacanya alhamdulillah lain dari kemarin. Panas dan silau abis wkwk.
Spot foto di sini cukup terbatas karena beberapa pura sedang dalam kondisi
pemugaran. Ombak di sini lumayan besar sehingga beberapa pengunjung yang
melewati batas aman selalu di priwiti peluit oleh para penjaga disana. Enaknya
disini itu bisa beli oleh-oleh murah. Tau gitu kemarin pas di Khrisna gue nggak
khilaf deh huhuhu. Bayangin aja tas rotan kekinian yang di olshop sekitaran
300rb, disini cuma 160rb cuy. Sayang banget gue kesini nggak bawa uang banyak.
Tapi, di tempat ini gue akhirnya mendapatkan kain nirmana ala-ala tumblr gitu.
![]() |
Foto bersama di Tanah Lot |
Setelah
itu kita langsung otw ke Joger. Gue disana nggak beli apa-apa karena uang gue
udah limit abis wkwk. Gue nggak mau belanja apa-apa lagi karena perjalanan gue
masih jauh lagi. Dari Joger kita langsung cus ke Pelabuhan Gilimanuk dan
siap-siap balik lagi ke Pulau Jawa. Terus mau kemana? Ke Bromo *ala-ala iklan
tiket.com*. Niat mau liat sunrise di
puncak Gunung Bromo pun sirna karena di jalan kita sempet kena macet. Kita baru
sampe di Bromo Asri sekitar jam 4 pagi. Gue pikir perjalanan dari parkiran ke
Gunung Bromonya deket. Ternyata eh ternyata jauh juga. Dari parkiran bis, gue
naik mobil elf yang berisi 17 orang per mobilnya. Terus dari puncak utama
dilanjut naik jeep menuju Lautan Pasir Berbisik. Kayaknya gue nggak cocok jadi
anak gunung deh. Gue nggak bisa bayangin gimana rasanya kesana bawa carrier
berat terus kudu jalan beribu kilometer wkwk. Meskipun capek, tapi gue seneng
banget akhirnya bisa kesini juga.
![]() |
Foto bersama PGSD Kelas D |
And the last, kota Yogyakarta menjadi kota
terakhir yang kita kunjungi. Setelah 10 tahun lamanya, akhirnya gue kembali
mengunjungi Candi Borobudur. Candi ini mengalami perubahan yang sangat
signifikan. Ya iyalaah, Cil. Lo aja terakhir kesini tahun 2008 -_- Awalnya sih
gue mager naik sampe atas. Berhubung tahun ini gue sedang menjalani program
perbanyak jalan kaki, akhirnya gue berhasil sampe di puncaaak. Di sini udaranya
cukup banyak dan pengunjungnya juga lumayan rame. Jadi ya gitu, tiap mau foto
eh nggak lama ada orang yang mau lewat wkwk. Selanjutnya kita mengunjungi
kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Disana kita mengikuti seminar lagi. Dan
ditutup dengan jalan-jalan ke Malioboro serta menonton pertunjukan Tari
Ramayana di Purawisata.
Dari
semua kota yang gue kunjungi, kota Yogya
tetaplah menjadi kota favorit buat gue. Karena di setiap sudutnya terdapat
kenangan dan setiap sisinya memiliki keromantisan. Ku titipkan rindu di kota
ini. Rindu yang tak seperti biasanya. Rindu yang nantinya akan membawaku pulang
kembali ke kota ini.
![]() |
Foto bersama terakhir di Borobudur |
3 komentar
*zoom zoom zomm di poto terakhir... imungnya yang mana yak... oh itu...
BalasHapusIni PKL kok istimewa banget dari sudut pandang mahasiswa sini. kalo di sini, pkl baling banter ya ke desa-desa aja. terpencil. jalanan lumpur, yang abis lewatin jalannya langsung jaid PNS. :( kegiatannya juga paling banter bikin penanda jalan, plang dan sekali ngadain seminar/tontonan. ini kamu malah kayak darmawisataan... :D
Dari sudut pandang mahasiswa kampusku juga terbilang mewah diantara prodi lainnya. Prodi lain ada KKN, tapi prodiku adanya PKL. Malah lebih seru KKN loh. Beneran berasa pas turun ke masyarakat langsung. PKL di prodiku emang lebih mirip kayak studytour wkwk..
Hapusthx for infonya gan
BalasHapusTak komentar maka tak sayang. Tak sayang maka tak jadian~