PERPUSTAKAAN NASIONAL

by - 06.19



Assalamualaikum...

Waaaa, udah berapa lama ya gue nggak ngeblog lagi? Ada kali setahun deh kayaknya. Padahal setiap tahun baru, gue selalu punya banyak resolusi. Salah satu resolusi gue ada rajin ngeblog. Tapi, pada kenyataannya gue makin malas buat ngeblog wkwkwk. Maapin Bocil yah ._.
Perpustakaan Nasional Salemba
(Sumber : Web PNRI)


Perpustakaan Nasional Medan Merdeka
(Sumber : Web PNRI)
Hari Selasa kemarin gue bersama teman-teman gue yakni Maya, Aina, dan Desya berencana mengunjungi  Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). Wiiii, tumbenan amat ya gue kesini lagi. Terakhir gue main ke PERPUSNAS itu kayaknya pas semester 5 deh. Itu pun yang lokasinya berada di Salemba, Jakarta Timur. Kali ini gue mampir ke PERPUSNAS yang lokasinya berada di Medan Merdeka soalnya lebih mudah dijangkau oleh kereta dan kebetulan yang berlokasi di Salemba itu sedang direnovasi sejak September 2017 katanya...

Sebelumnya gue bakal menjelaskan rute untuk ke lokasi terlebih dahulu. Untuk yang mau ke Salemba, kalian bisa naik Bus Trans Jakarta, ojek online ataupun membawa kendaraan pribadi. Untuk yang lokasinya di Medan Merdeka, kalian bisa naik kereta dan turun di Stasiun Gondangdia. Dari St. Gondangdia kalian bisa jalan kaki sampe Tugu Tani. Nah, dari situ nanti kalian naik Kopaja 502 jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang dan turun di depan PERPUSNAS. Tarif yang dikenakan hanya 3-4rb. Untuk yang malas berjalan kaki, kalian bisa memesan ojek online. Tarif yang dikenakan sekitar 6-7rb. Bisa juga memesan grabcar ataupun gocar. Biasanya dikenakan tarif sekitar 19rb. Ini recommended untuk yang kesana rame-rame.


Pintu depan PNRI Medan Merdeka
Setelah sampai, kalian akan disambut oleh Pak Satpam yang ramah. Dari gerbang utama, kalian lurus dan akan memasuki sebuah ruangan yang bentuknya seperti museum. Di dalamnya terdapat banyak pajangan dengan aksen tradisional gitu. Ciamik abis...
Lorong menuju gedung utama
Lalu, kalian tinggal lurus aja dan bakal disambut dengan lemari tinggi yang penuh dengan buku. Di dalam ruangan itu, terdapat buku-buku mengenai 7 presiden yang pernah menjabat di Indonesia. Mulai dari era Soekarno sampai dengan Era Jokowi. Di lantai dasar ini juga terdapat meja satpam. Di samping meja satpam, terlihat gambaran keseluruhan isi dari PERPUSNAS ini. Ternyata sampai lantai 24 loh. Cukup tinggi juga rupanya. Ini dia penampakan lantai-lantainya.
Ruang utama


Interior dalam lt.1

Keterangan tiap lantai
Oh iya, sebelum meminjam buku disini disarankan untuk membuat kartu keanggotaan dulu. Kegunaan kartunya cukup banyak. Mulai dari bisa meminjam buku hingga bisa membaca banyak buku dan jurnal-jurnal yang berada di website PERPUSNAS. Tenang aja, buat kartunya gratis kok. Dari lantai 1, kalian tinggal naik ke lantai 2. Disitulah tempat untuk mendaftarkan keanggotaan. Sistem pembuatannya, kalian isi data diri kalian dulu pada komputer yang telah disediakan dan kalian bisa mencetak nomor antrean. Wih, antrean apa. Cil? Antrean buat foto langsung. Jadi, sistemnya kayak pembuatan E-KTP itu.
Counter pas foto untuk kartu keanggotaan

Kartu keanggotaan
Berhubung gue sudah punya kartunya, gue hanya menemani teman gue yang belum buat kartu. Antreannya cukup panjang sekali. Pas nyampe, antrean baru nomor 130 sedangkan teman gue si Maya mendapat nomor antrean 154. Lama dong? Lama abissss. Udah gitu dari 5 meja yang tersedia, hanya 1 meja saja yang ada petugasnya. Gimana nggak lama kan? Gue saranin kalo kalian dapet antrean nomor yang lama, mending kalian jalan-jalan dulu aja. Setelah 2 jam menunggu, akhirnya si Maya dapet giliran juga.


Loker (Sumber : google)
Setelah punya kartu, kita segera ke loker yang ada di ujung ruangan. di loker ini kita bisa menitipkan barang bawaan kita. Namun, disarankan untuk membawa barang bawaan yang berharga seperti dompet, HP, maupun laptop. Kalo kita membawa laptop, kita akan dipinjamkan tas jinjing gitu. Kalo nggak bawa laptop ya mau nggak mau kita menenteng barang kita sendiri. Gue saranin kalo mau kesini bawa goodiebag biar enak bawa barangnya. Minum juga boleh dibawa, loh!

Habis itu kita cus ke lantai 4 dulu. Soalnya si Aina sama Desya mau pada makan. Sedangkan gue sama Maya cus ke lantai 21. Oh, iya disini eskalator hanya tersedia sampai lantai 4. Sisanya bisa menggunakan lift. Lift yang disediakan ada 6. Satu lift bisa menampung sekitar 13 orang / 1.000 kg. Lift-nya udah lumayan bagus. Cuma ya kalo naiknya sendirian terus tiba-tiba macet, eh pas kebuka ada setannya kan serem wkwkwk. Efek kebanyakan nonton film horor ini kayaknya gue wkwk.


Komputer untuk mencari katalog buku
Sova diantara lt.21 dan lt.22


Tangga menuju lt.22
Setelah sampai di lantai 21, kalian akan disambut dengan banyak buku dan interior yang cukup meneduhkan pandangan. Karena disini banyak banget bukunya, kalian gue saranin cari dulu judul bukunya di komputer yang telah disediakan. Kalo pas dicari nggak ada, kalian nggak usah sedih. Kalian tinggal kelilingin aja nyari bukunya sendiri. Soalnya banyak banget buku yang belum masuk ke katalog. Jika kalian kesusahan, kalian bisa bertanya pada petugas perpustakaan yang ada disana.

Jujur, gue sempet bingung awalnya sampai disamperin sama petugasnya karena kebingungan nyari lokasi buku wkwkwk. Bener sih kata pepatah, “Malu bertanya maka sesat di jalan”. Untung aja ada petugas yang membantu mengarahkan dimana letak bukunya. Buku yang gue cari yakni tentang Metode Penelitian Kuantitatif. Soalnya gue sedang mencari beberapa referensi yang bakal dipake dalam penyusunan Proposal Skripsi.
Tempat baca buku di lt.21
Tempat baca di lt.22
Setelah bukunya ketemu, gue langsung memilih tempat duduk. Di tempat duduknya juga ada tempat buat men-charger laptop loh! Disini ada berbagai macam tempat duduk. Mulai dari kursi yang berisi 4 orang, sova yang ada ditangga yang membentang antara lantai 21 dan 22. Ada juga sova yang berisi untuk 6-8 orang. Ini gunanya buat semacam kerja kelompok gitu. Warna kursinya juga beragam dan tempatnya benar-benar aestethic abis. Udah gitu jika kita melihat ke jendela, kita bisa melihat pemandangan kota Jakarta yang indah. Monas pun terlihat dekat dari sini.

Sekitar pukul 16.00 WIB, pengunjung dipersilahkan untuk meninggalkan lokasi karena jam bukanya sudah selesai. Karena waktunya yang sedikit, gue hanya bisa membaca sedikit buku. Sisanya gue foto dan gue kembalikan lagi ke rak-rak semula. Lalu, kami semua turun kembali ke lantai 2 untuk mengambil tas yang kami titipkan ke loker. Pas nyampe sana, ternyata masih banyak yang mengantre pembuatan kartu keanggotaan wkwkwk.

Kami pun memutuskan pulang menggunakan grabcar menuju stasiun. Gue saranin untuk yang belum punya kartunya, datengnya agak pagian biar bisa berlama-lama membaca bukunya. Semoga nantinya banyak orang-orang yang bisa datang kesini. Karena kalian semua juga pasti tahu dengan membaca buku, maka kita sama saja dengan membuka jendela dunia. Sekian dulu review yang gue buat mengenai Perpustakaan Nasional.  Yuk, main ke PERPUSNAS!

Wassalamualaikum...


Note :
Jam buka layanan Senin- Jum’at jam 09.00-16.00 WIB dan Sabtu jam 09.00-13.00 WIB.

You May Also Like

10 komentar

  1. Kemaren pas baca nggak ada poto2nya... skrg pas udah ada... gelaaaakkk... luas dan gede banget.. gada yg kayak gitu di kota saya. yang perpus sini kecil dan sempit aja bikin betah lama2, apalagi kayak gitu. bisa dari awal buka ampe tutup itu nongkrong didalemnya. xD

    eh, wiken buka kan ya? biasanya ke perpus kalo wiken sih. seharian di dalem.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal udah dimasukin, tapi eror dan nggak kedetect fotonya huhu..

      Ya tempatnya mah 11 12 sama gramedia lah. Tapi, disana lebih bebas baca bukunya. Wiken buka kok, tapi cuma setengah hari.

      Hapus
  2. terimakasih sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
  3. Untuk peminjaman buku, bisa sampe berapa lama mbak ? Barangkali mbak tau krna udh jadi member :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah kurang tahu kak. Biasanya aku baca langsung disana dan setauku juga bisa di fotokopi kok :))

      Hapus
  4. kalau jadi member fasilitasnya apa aja mbak? hehe mau mampir kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fasilitasnya bisa masuk ke semua lantai kak :))

      Hapus
  5. KAAAAAAAAAAAAAAAAK kalo ke perpusnas salemba naik transjakarta rutenya yang mana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan yang di Salembalagi di renovasi. Kamu dateng ke perpusnas yang di Medan Merdeka aja.

      Bisa naik kereta kok. Turun di stasiun Cikini dan langsung nyambung pake gojek atau bisa naik kopaja.

      Hapus

Tak komentar maka tak sayang. Tak sayang maka tak jadian~